Alumni STIP Angkat Bicara Terkait Kekerasan Yang Menewaskan Amirulloh Adityas Putra

Friday, January 13th 2017. | Berita Khusus

Alumni STIP Menyayangkan Insiden Kekerasan Yang Menewaskan Amirulloh Adityas Putra

Okebis.com || Terjadinya penganiyayaan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta yang mengakibatkan tewasnya seorang taruna tingkat satu yang bernama Amirulloh Adityas Putra kini masih menjadi sorotan publik. Tidak ada yang menyangka bahwa kekerasan yang dilakukan oleh seniornya tersebut akan mengakhiri hidup dari Amirulloh Adityas Putra. Impian dari Amrulloh menjadi seorang pelaut rupanya harus kandas di tangan seniornya sendiri.

Banyak orang yang menyayangkan terjadinya kekerasan yang menjadi tradisi terhadap calon pelaut muda tersebut. Begitu juga dengan seorang alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), ia menyayangkan bahwa insiden tersebut terjadi dan menewaskan seorang taruna muda tingkat satu. yang di aniaya oleh empat seniornya. Sebut saja Cholid, ia merupakan alumni STIP tahun angkatan 1993. Ia mengatakan bahwa budaya kekerasan oleh senior terhadap juniornya di STIP sebenarnya sudah lama telah hilang, maka ia pun heran karena kekerasan serupa masih saja terulang lagi.

STIP

Cholid mengatakan bahwa para taruna di STIP memang dididik dengan keras, namun tidak dibenarkan menggunakan kekerasan. Ia mempertegas bahwa keras, dan kekerasan memiliki makna yang berbeda. Para taruna STIP dididik secara keras demi membentuk mental dan fisik yang kuat untuk dapat menjadi calon pelaut hebat serta di masa yang akan datang dapat menghadapi berbagai medan sulit dan patuh terhadap pimpinannya. Ia juga kembali menjelaskan bahwa kasus pemukulan serta kekerasan di STIP jarang di temui dan hanya dilakukan oleh segelintir oknum saja.

Baca Juga :

Mengupas Sederet Kisah Cinta ‘Zayn Malik’ Sang Mantan Personil One Direction

Alumni Menjelaskan Mengenai Tradisi Menurunkan Ketrampilan Alat Musik Drum Band STIP

Menurut Cholid, senioritas di STIP memang sangat kental, hal ini membuat junior harus hormat kepada seniornya. Karena setelah lulus pun ikatan tersebut masih terlihat dalam bentuk corps. Bagi junior yang tak menghormati seniornya memang akan di hukum, namun bukan dengan dupukul melainkan dengan push up dan lari. Sementara insiden kekerasan terhadap Amirulloh tersebut terjadi di saat tradisi menurunkan ketrampilan alat musik Tam Tam yang merupakan bagian dari drum band STIP. Cholid juga menjelaskan bahwa meski drum band tidak menjadi kurikulum sekolah dan merupakan kegiatan ekstrakulikuler, namun setiap kegiatan pasti diawasi oleh instruktur STIP.
Artikel ~ STIP.

Ika Kumala Dewi on BloggerIka Kumala Dewi on EmailIka Kumala Dewi on FacebookIka Kumala Dewi on GoogleIka Kumala Dewi on InstagramIka Kumala Dewi on LinkedinIka Kumala Dewi on TwitterIka Kumala Dewi on WordpressIka Kumala Dewi on Youtube
Ika Kumala Dewi
Ika Kumala Dewi
Online Marketing Author CV.Garuda Sakti
Hai ,saya adalah Ika Kumala Dewi .Seorang penulis junior yang ingin berbagi informasi dan pengetahuan tentang berbagai hal di sekitar kita. Terutama lewat Okebis.com ini yang merupakan sumber informasi yang Akurat, Positif,dan Bermanfaat. Salam Kenal ~
tags: , ,

Related For Alumni STIP Angkat Bicara Terkait Kekerasan Yang Menewaskan Amirulloh Adityas Putra