Ratna Sarumpaet Aktivis Sosial dan HAM Diperiksa Polisi

Friday, December 2nd 2016. | Berita Khusus

Ratna Sarumpaet pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) adalah seorang seniman, dan aktifis politik. Namanya sudah sejak lama dikenal sejak masa orde baru. Ratna, aktivis organisasi sosial ini bermarga Sarumpaet. Terlahir dari keluarga batak, di Tarutung,  Tapanuli Utara pada 16 Juli 1947.

Meskipun usianya 67 tahun namun gaung aktifitasnya tidak bisa dianggap sepele. Sebagai seniman yang banyak melakoni seni panggung, membuat buku dan film membuat sang aktifis ini banyak bergerak di bidang sosial. Darah seniman ibu dari 4 anak ini juga mengalir pada  salah satu anaknya yang juga artis terkenal yaitu Atiqah Hasiholan.

Ratna Sarumpaet Pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Center dan Atiqah

Ratna Sarumpaet Pendiri Ratna Sarumpaet Crisis Center dan Atiqah

Ratna Sarumpaet Dituduh Makar Sejak Tahun 1997

Buku Marsinah: Nyanyian dari bawah tanah dan film Jamila dan Sang Presiden cukup menggambarkan bahwa seorang Ratna Sarumpaet adalah aktifis kemanusiaan dan HAM.  Kaum marjinal dan orang orang kecil sering dijadikannya sebagai tema dalam karya karyanya. Tidak tanggung tanggung, Ratna secara terang terangan mengupas tentang keadilan, kebenaran dan kemanusiaan kepada pemerintah secara frontal. Aktivis HAM dan kemanusiaan ini telah menghasilkan 9 karya dalam bentuk naskah drama. Ia menyutradari dan memproduseri drama melalui  satu merah panggung, kelompok drama yang berdiri pada tahun 1974.

Ketika Ratna Sarumpaet dan kelompoknya mengusung keranda dengan tulisan “DEMOKRASI” pada kampanye PPP di tahun 1997, sebelum jatuhnya OrBa. Mereka sempat ditangkap oleh kepolisian dan mengalami intrograsi selama hampir 24 jam. Ketika ada penutupan kasus pembunuhan Marsinah yang alasannya DNA milik Marsinah yang ada pada penyelidikan polisi terkontaminasi, Ratna menulis monolog ” Marsinah Menggugat”. Monolog yang dianggap provokatif ini banyak mendapat tekanan dari pihak yang berwajib pada masa itu. Di Kota Bandung, Bandar Lampung dan Surabaya bahkan pertunjukan ini langsung dibubarkan oleh pasukan anti huru hara.
Pada akhir 1997 , Ratna bersama 46 LSM dan organisasi pro Demokrasi membentuk Organisasi bernama “Siaga”. Ketika ada “larangan berkumpul diatas 5 orang” jelang sidang Umum MPR Maret tahun 1998, Siaga justru menggelar “People Summit” sidang rakyat. Karenanya 7 orang dan Ratna ditambah seorang anaknya Fathom langsung di tangkap dan ditahan di Polda Metrojaya dengan beberapa tuduhan diantaranya makar. Setelah 2 bulan 10 hari Ratna di bebaskan. Bebasnya Ratna tepat sehari sebelum presiden Soeharto lengser.

Ratna Sarumpaet Ditangkap Tepat Pada Aksi Super Damai 2 Desember

Memperingati 50 tahun Hari HAM sedunia, sebuah film Dokumenter berjudul “The Last Prisoner of Soeharto” yang berdurasi 52 menit ditayangkan nasional di Jerman dan Perancis. Film yang dibuat oleh stasiun TV Perancis dan amnesty internasional ini bercerita tentang perjuangan Ratna Sarumpaet dan perjalanannya sebagai aktivis Hak Asasi Manusia di Indonesia. Ratna tampil pada kongres pejuang HAM di Paris kala itu, ia menyatakan kecamannya pada negara negara dengan pelanggaran HAM terburuk.

Deretan penghargaan yang pernah ia terima adalah Public Prize dan Youth Prize dengan Film Jamila dan Sang Presiden tahun 2010 pada Vesoul International Film Festival di Perancis. Tahun 2005 Ratna Sarumpaet Crisis Center mendapatkan Tsunami Award. Pada 2009 film yang sama Jamila dan Sang Presiden mendapatkan NETPAC Award dari Asiatica Film Mediale di Roma, Itali.

Kabar terbaru yang banyak diberitakan di TV nasional, Ratna Sarumpaet baru saja di periksa polisi pada Jumat 2 Desember 2016. Ratna dibawa dari Hotel Sari Pan Pacific Jakarta. Kadiv humas Polri Irjen Boy Rafli Amar yang berada di area aksi 212 di lapangan silang Monas mengatakan bahwa ada 8 orang yang ditangkap dengan beberapa tuduhan, salah satunya adalah makar. Salah satu 8 orang yang diamankan adalah aktifis Ratna Sarumpaet.

 

 

Anang Andriana
Anang Andriana
Menulis adalah bagian dari jalan hidupku. Dengan membaca kita bisa tahu dunia. Tapi dengan menulis dunia akan tahu kita.
tags: , ,

Related For Ratna Sarumpaet Aktivis Sosial dan HAM Diperiksa Polisi