Komunitas ‘Kakuhido’ Jepang Tolak Hari Valentine, Ini Alasannya

Tuesday, February 14th 2017. | Berita Khusus

‘Kakuhido’ Mendeklarasikan Perang Pada Valentine

Okebis.com || Bagi orang yang memiliki pasangan tentu saja hari Valentine merupakan hari yang menyenangkan. Hari Valentine pada imumnya dirayakan dengan memberikan cokelat, cunga, kado, ataupun makan malam romantis.

Namun bagi sekelompok pria jomblo asal Jepang ini, hari Valentine merupakan hari yang amat menyiksa. Itu sebabya mereka berdemo untuk menolak hari valentine. Mereka berdemo agar pemerintah membatalkan hari kasih sayang itu. Sekelompok pria asal Shibuya, Jepang telah berdemo pada tanggal 12 Februari 2017 waktu setempat dan menuntut agar pemerintah memberikan larangan berpacaran di tempat umum.

Baca Juga:

Pilkada Serentak Di 7 Provinsi,15 Februari 2017 Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional

Aleix Vidal Membayar Mahal Kemenangan Barcelona 6-0 Atas Deportivo Alaves

Ini Dia Harapan Irish Bella Di Hari Valentine

Kakuhido atau Aliansi Revolusioner Pria yang Dianggap Tidak Menarik bagi Perempuan ini merupakan wadah bagi para pria yang di tolak cintanya oleh pujaan hatinya. Komunitas ini didirikan oleh Katsuhiro Furusawa. Ia merupakan salah satu pria Jepang patah hatu akibat di putuskan oleh pacarnya. Ia membentuk komunitas tersebut setelah ia mendapatkan inspirasi dari buku yantg dibacanya yaitu The Communist Manifesto karya Karl Marx. Ia beranggapan bahwa menjadi orang yang tidak populer dan tidak di sukai oleh lawan jenis adalah masalah kelas sosial yang harus diperjuangkan. Itulah yang membuat ia melakukan demo anti Valentine.

Di Jepang, pada pelaksanaan kari valentine para wanita hanya memberikan hadiah pada pria yang di sukainya. Itulah yang membuat Kakuhido merasa di campakan. Sementara satu bulan kemudian yaitu pada tanggal 14 Maret di Jepang di rayakan sebagai hari White Day. White Day merupakan hari dimana seorang pria yang baru mendapatkan hadiah di hari valentine wajib membalasnya dengan memberikan cokelat putih kepada wanita yang memberinya hadiah di hari kasih sayang sebulan sebelumnya.

Valentine

Pandangan Komunitas Kakuhido Pada Hari Valentine

Takayuki Akimoto yang merupakan juru bicara komunitas Kakuhido mengungkapkan bahwa orang- orang seperti komunitas Kakuhido merasa di tindas lantaran tak memiliki nilai cinta. Banyak orang Jepang berfikir bahwa bagi orang yang tak memiliki nilai cinta merupakan pecundang. Itulah sebabnya Kakuhido membuat spanduk yang memiliki ukuran cukup besar bertuliskan “Pacaran di Tempat Umum Adalah Terorisme” dan berdemo keliling kota.

Image result for Kakuhido jepang menolak valentine

Takayuki Akimoto juga mengatakan bahwa banyak orang di hakimi hanya karena kalah banyak coeklat yang mereka kumpulkan. Tradisi cokelat mengakibatkan orang terus melakukan persaingan. Menurut komunitas yang di bentuk sejak 2006 itu, perayaan hari kasih sayang dan white day hanyalah bagian dari strategi bisnis kapitalis cokelat. Jepang memang sudah menetapkan White day sejak tahun 1980-an dan telah menjadi tradisi di masyarakat, hal ini membuat perputaran uang di Jepang sangat cepat. Ini merupakan keuntungan besar untuk bisnis cokelat karena cokelat akan terus ramai selama hampir 2 bulan

Artikel ~ Valentine.

Ika Kumala Dewi on BloggerIka Kumala Dewi on EmailIka Kumala Dewi on FacebookIka Kumala Dewi on GoogleIka Kumala Dewi on InstagramIka Kumala Dewi on LinkedinIka Kumala Dewi on TwitterIka Kumala Dewi on WordpressIka Kumala Dewi on Youtube
Ika Kumala Dewi
Ika Kumala Dewi
Online Marketing Author CV.Garuda Sakti
Hai ,saya adalah Ika Kumala Dewi .Seorang penulis junior yang ingin berbagi informasi dan pengetahuan tentang berbagai hal di sekitar kita. Terutama lewat Okebis.com ini yang merupakan sumber informasi yang Akurat, Positif,dan Bermanfaat. Salam Kenal ~
tags: , , ,

Related For Komunitas ‘Kakuhido’ Jepang Tolak Hari Valentine, Ini Alasannya